Sekilas Tentang Wireless Sensor Network

Wireless Sensor Network (WSN) atau Jaringan sensor nirkabel, kadang disebut juga jaringan sensor nirkabel dan aktuator, merupakan sensor otonom yang didistribusikan secara spasial  untuk memantau kondisi fisik dan lingkungan, seperti suhu, kelembaban, cahaya, suara, tekanan, dll dan secara bersamaan melewatkan datanya melalui jaringan ke lokasi utama. Jaringan yang lebih modern adalah bi-directional, juga memungkinkan kontrol aktivitas sensor. Pengembangan jaringan sensor nirkabel dimulai oleh aplikasi militer seperti pengawasan medan perang. Saat ini jaringan tersebut digunakan dalam berbagai aplikasi industri dan konsumen, seperti monitoring dan kendali proses industri, pemantauan kesehatan mesin, dan sebagainya.

WSN ini dibangun dari “node” – dari beberapa untuk ratusan atau bahkan ribuan, di mana setiap node terhubung ke satu (atau kadang-kadang beberapa) sensor. Setiap node jaringan sensor memiliki beberapa bagian: sebuah transceiver radio dengan antena internal atau koneksi ke antena eksternal, mikrokontroler, sebuah sirkuit elektronik untuk antarmuka dengan sensor dan sumber energi, biasanya baterai atau solar panel. Sebuah node sensor mungkin bervariasi dalam ukuran dari yang dari ukuran besar ke ukuran kecil. Harga node sensor adalah bervariasi, tergantung pada kerumitan node sensor masing-masing. Kendala ukuran dan biaya pada node sensor mengakibatkan kendala yang sesuai pada sumber daya seperti energi, memori, kecepatan komputasi dan bandwidth komunikasi. Topologi dari WSN dapat bervariasi dari jaringan bintang sederhana untuk multi-hop sampai pada jaringan mesh nirkabel.

Dalam ilmu komputer dan telekomunikasi, jaringan sensor nirkabel adalah area penelitian aktif dengan berbagai workshop dan konferensi diatur setiap tahun, misalnya IPSN, SENSYS, dan EWSN.

 

Sumber : Wikipedia

*Gambar diambil dari wordpress.suretronic.com

Leave a response